Pembagian Kelas Pada IP (Internet Protokol)
(Referensi : www.wikipedia.com)
IP merupakan sebuah nomor yang digunakan untuk akses internet atau suatu jaringan komputer. Setiap komputer yang terhubung dengan internet atau jaringan harus memiliki nomor IP yang berbeda (unik). IP itu sendiri ditentukan oleh subnet mask. Fungsi dari subnet mask ini adalah untuk membedakan bagian mana dari IP tersebut yang disebut network dan bagian mana yang disebut dengan host.
Untuk pembagian kelas IP Address digunakan standar IPv4 yang terdiri atas 32 bit angka binary. Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi ke dalam dua buah bagian, yakni:
1. Network identifier atau network address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
2. Host identifier atau host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan. Nilai Host Identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier di mana ia berada.
IP dibagi menjadi tiga kelas yang berbeda, yakni kelas A, B dan C. Berikut merupakan tabel penggunaan notasi titik desimal pada masing-masing kelas.
1. Kelas A (/8) = 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
2. Kelas B (/16) = 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
3. Kelas C (/24) = 192.0.0.xxx sampai 233.255.255.xxx
Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut
1. Kelas A
Gambar 2.3
Sumber : www.wikipedia.com
Ciri-ciri dari kelas A adalah jika bit pertama bernilai 0. Kelas ini untuk konfigurasi jaringan yang berskala besar. Dari angka 0 sampai 7 bit berikutnya merupakan bit network dan 24 bit selanjutnya dinamakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Range address mulai dari 1 – 126.
2. Kelas B
Gambar 2.4
Struktur IP Kelas B
Sumber : www.wikipedia.com
Ciri-ciri dari kelas B adalah jika 2 bit pertama bernilai 10, maka 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala menengah sampai yang berskala besar. Range address mulai dari 128 – 191.
3. Kelas C
Gambar 2.5
Struktur IP Kelas C
Sumber : www.wikipedia.com
Ciri-ciri dari kelas C adalah jika 3 bit pertama bernilai 110, maka 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala kecil. Range address mulai dari 192 – 223.
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimen.
Subnetting merupakan sebuah teknik peminjaman bagian network, yang berakibat memperbanyak jumlah subnet dan memperkecil jumlah host. Banyak alasan untuk melakukan subnetting, antara lain :
1. Mengurangi trafik jaringan.
Jika tidak menggunakan router, sebuah host tidak dapat berkomunikasi dengan host yang memiliki alamat network berbeda. Dengan melakukan subnetting berarti juga memperbanyak jumlah broadcast domain, berarti juga mengurangi lalu-lintas data dalam sebuah jaringan.
2. Meningkatkan performa jaringan
Subnetting dapat meningkatkan performa jaringan yang merupakan akibat dari berkurangnya trafik.
3. Menyederhanakan manajemen
Manajemen menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah mengidentifikasi dan mengisolasi masalah yang terjadi dalam jaringan.
Teknik Subnetting pada implementasi akan berkaitan dengan subnet mask. Sama halnya dengan IP address, subnet mask dibentuk dari bilangan biner. Agar pengguna lebih mudah mengenal dan menggunakan subnet mask, bilangan subnet mask dikonversi ke dalam bentuk bilangan desimal.
Nilai Subnet Mask Default Kelas B
Desimal = 255.255.0.0
Biner = 11111111.11111111.0000000.00000000
Perhatikan bilangan biner yang membentuk subnet mask, bit 1 menandai bagian network address, bit 0 menandai bagian host address.




dari pengalaman saya, saya pernah menginstall ubuntu server..
ip yang digunakan adalah 192.168.1.xxx/24
mengapa harus menggunakan /24?????