Router Cisco & Packet Tracer
(Referensi : www.cisco.com ; “laporan praktikum jaringan komputer
cisco router 2600 series”)
Router Cisco adalah peralatan utama yang banyak digunakan pada Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan Router Cisco, informasi dapat diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan komputer yang berlainan. Untuk dapat meneruskan paket data dari suatu LAN ke LAN lainnya, Router Cisco menggunakan tabel dan protocol routing yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas data. Paket data yang tiba di router dIPeriksa dan diteruskan ke alamat yang dituju. Agar paket data yang diterima dapat sampai ke tujuannya dengan cepat, router harus memproses data tersebut dengan sangat tepat.
Untuk itu, Router Cisco menggunakan Central Processing Unit (CPU) seperti yang digunakan di dalam komputer untuk memproses lalu lintas data tersebut dengan cepat. Seperti komputer, Router Cisco juga mempunyai sejumlah jenis memori yaitu ROM, RAM, NVRAM dan FLASH, yang berguna untuk membantu kerjanya CPU. Selain itu dilengkapi pula dengan sejumlah interface untuk berhubungan dengan dunia luar dan keluar masuk data. Sistem operasi yang digunakan oleh Router Cisco adalah Internetwork Operating System (IOS).
Memori yang digunakan oleh Router Cisco masing-masing mempunyai kegunaan sendiri-sendiri sebagai berikut :
1. ROM berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur proses boot dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS image.
2. RAM berguna untuk menyimpan running configuration dan sistem operasi IOS yang aktif.
3. NVRAM berguna untuk menyimpan konfigurasi awal (start-up configuration).
4. FLASH berguna untuk menyimpan IOS image. Dengan menggunakan FLASH, IOS versi baru dapat diperoleh dari TFTP server tanpa harus mengganti komponen dalam router.
1. Macam-Macam Router Cisco
Perusahaan Cisco membuat router dengan berbagai seri dan model untuk berbagai kelas atau tingkat penggunaan, seperti :
a. Router Cisco Tipe Fixed Tingkat Akses
1) Router Cisco 700 series
2) Router Cisco 801-804
3) Router Cisco 805
4) Router Cisco 811 dan 813
5) Router Cisco 827
6) Router Cisco 1000 series
7) Router Cisco 2000 series
8) Router Cisco 2500 series
9) Router Cisco 3000 series
b. Router Cisco Tipe Modular Tingkat Akses
1) Router Cisco 1600 series
2) Router Cisco 1720 dan 1750
3) Router Cisco 2500 series
4) Router Cisco 2600 series
5) Router Cisco 3600 series
6) Router Cisco 4000 series
c. Router Cisco Tipe Modular Tingkat Inti
1) Router Cisco 7000 series, untuk enterprise
2) Router Cisco 10000 dan 12000 series, untuk enterprise
Umumnya perusahaan Cisco memberikan nomor model dengan angka kecil seperti Router Cisco model 700 untuk jaringan WAN sederhana untuk dipakai oleh perusahaan kecil. Sedangkan nomor dengan angka yang besar seperti Router Cisco model 12000 digunakan untuk jaringan WAN kompleks yang dipakai oleh perusahaan besar. Router Cisco tipe fixed mempunyai interface tetap yang tidak dapat diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan pemakai. Umumnya Router Cisco jenis modular harganya jauh lebih mahal, tetapi lebih fleksibel dalam penggunaanya. Router Cisco 2500 series tersedia dalam bentuk tipe fixed maupun modular. Setiap router biasanya mempunyai dua synchronous Serial port DB-60 (Serial0 dan Serial1) untuk hubungan WAN, satu ethernet port DB-15 (AUI) untuk hubungan LAN, satu console port RJ-45 untuk akses langsung ke sistem router dan satu auxiliary port RJ-45 (AUX) untuk akses ke sistem router dengan Modem.
Gambar 2.18
Contoh Router Cisco
Sumber : www.Cisco.com
2. Menghubungkan Router Cisco ke PC
Berbeda dengan komputer, Router Cisco tidak dapat dihubungkan langsung dengan suatu monitor atau keyboard. Akses langsung ke sistem Router Cisco harus melalui console port dengan perantaraan suatu terminal atau komputer.
Untuk menghubungkan Router Cisco ke suatu terminal atau komputer, diperlukan kabel rollover dan adaptor RJ-45 ke DB-9 yang biasanya disertakan dengan peralatan router tersebut. Cara memerikasa apakah suatu kabel berjenis rollover sangat mudah. Jalur kabel yang menghubungkan antara pin nomor 1 dengan pin 8 dari konektor RJ-45 lainnya harus sama warnanya. Kabel rollover biasanya dibuat dari kabel pita (ribbon cable) 8 jalur. Kabel rollover ini dihubungkan dari console port router ke Serial port COM 1 atau COM 2 komputer. Bergantung pada Serial port, jika panel belakang komputer menggunakan konektor DB-25 atau DB-9, maka diperlukan adapter RJ-45 ke DB-9 atau DB-25 yang sesuai. Setelah itu, Router Cisco dan komputer yang saling terhubung bisa dihidupkan. Hyperterminal digunakan sebagai program untuk menghubungkan Router Cisco dengan komputer.
3. Booting Router Cisco
Layaknya komputer, setiap kali cisco router dihidupkan, peralatan ini akan menjalankan suatu proses yang disebut boot process. Proses boot ini bekerja melalui urutan-urutan tertentu sebagai berikut :
a. Pertama-tama router akan menjalankan Power On Self Test (POST) untuk memeriksa CPU, memori, dan interface peralatan untuk meyakinkan bahwa perangkat keras router berfungsi dengan baik. Jika hubungan dengan hyperterminal telah terjadi, proses boot ini dapat dilihat pada layar komputer.
b. Kemudian boostrap system akan bekerja untuk mencari Cisco IOS image yang dapat dipakai. Umumnya Cisco IOS image ini dapat diperoleh dari memori FLASH atau dari TFTP server bergantung pada daftar konfigurasi (configuration register) yang dapat dipakai oleh peralatan. Secara default daftar konfigurasi ini bernilai 0×2120 yang akan memerintahkan router untuk mencari IOS image dari memori FLASH. Usaha pencarian IOS ini dilakukan sebanyak lima kali. Jika tidak berhasil, router akan masuk ROM mode untuk memungkinkan pemilihan IOS image secara manual.
c. Jika IOS image ditemukan, IOS image tersebut akan dimuat ke dalam sistem memori RAM. Kemudian router akan mencari konfigurasi awal (start-up configuration) yang umumnya disimpan di NVRAM. Jika router baru pertama kali dihidupkan, router tersebut biasanya belum mempunyai kon-
figurasi awal. Oleh karena itu, router akan menjalankan System Configuration Dialog yang memungkinkan pembuatan konfigurasi awal secara manual.
4. Penggunaan Router Cisco
a. Cisco IOS
Suatu komputer tentu memerlukan system operasi seperti Disk Operating System (DOS) atau UNIX untuk mengatur kerja dan konfigurasi komputer tersebut. Demikian pula halnya dengan Router Cisco, perangkat ini dilengkapi pula dengan Cisco IOS (Internetwork Operating System), yaitu suatu system operasi yang berfungsi untuk mengatur dan mengkonfigurasi Router Cisco. Seperti sistem operasi DOS atau UNIX untuk komputer, Cisco IOS menggunakan perintah baris (command line) untuk menjalankan suatu perintah. Seperti DOS atau UNIX, Cisco IOS dikeluarkan dengan berbagai macam versi untuk berbagai macam peralatan buatan Cisco. Berbagai versi yang dikeluarkan itu juga dimaksudkan untuk menyempurnakan kegunaannya dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu dalam menggunakan Router Cisco, perlu diperhatikan versi IOS yang akan dipakai. Perintah-perintah yang berfungsi dalam suatu versi untuk suatu peralatan atau model mungkin tidak dapat digunakan pada suatu peralatan atau model lainnya. Demikian pula perintah-perintah yang berfungsi dalam suatu versi baru mungkin tidak berfungsi dalam versi lama.
b. Cara Membuat Konfigurasi Awal
Konfigurasi awal (start-up configuration) adalah suatu file yang berguna untuk menentukan bagaimana Router Cisco diatur pada saat boot. Jadi boleh dkatakan file konfigurasi awal ini mirip seperti file autoexec.bat pada DOS yang berguna untuk mengatur suatu komputer pada saat boot. Umumnya ketika pertama kali router dihidupkan, router tersebut belum mempunyai konfigurasi awal.
Untuk membuat konfigurasi awal, Cisco router dilengkapi dengan tiga cara sebagai berikut :
1) Dengan suatu system configuration dialog, yang secara otomatis dijalankan jika router tidak menemukan konfigurasi awal pada saat dihidupkan, dan hubungan ke jaringan WAN belum ada.
2) Dengan Autoinstall, dimana router mendapatkan konfigurasi awal dari TCP/IP host yang sudah berfungsi di suatu jaringan WAN.
3) Dari configuration mode, dengan menggunakan perintah-perintah command-line interface (CLI) system configuration dialog secara otomatis akan membantu dalam membuat konfigurasi awal bagi peralatan router yang belum memiliki konfigurasi awal sewaktu router dihidupkan. Jika ingin menggunakan system configuration dialog hubungan kabel ke jaringanWAN harus dilepaskan dulu sebelum peralatan router dihidupkan, sampai konfigrasi awal selesai dibuat.
Jika hubungan ke jaringan WAN tersedia, router akan menjalankan autoinstall. Setelah system konfiguration dialog muncul di layar, kemudian mengisi pertanyaan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya : nama router, password, banner, IP Address dan sebagainya.
c. Perintah-Perintah Router Cisco
Router Cisco mendukung auto complete artinya kita diperbolehkan mengetik sebagian dari command-command yang tersedia. seperti
Router#configure terminal
bisa ditulis dengan
Router#config t
Tanda “?” digunakan untuk mencari bantuan. Ada beberapa cara menggunakan perintah“?”. Bila perintah “?” diketik setelah tanda prompt, maka akan muncul daftar perintah-perintah yang dapat digunakan di tingkat tersebut. Jadi daftar perintah yang diberikan dari user exec prompt tidak sama dengan jika dibuat dari privileged exec prompt.
Router>?
Exec commands :
Connect open a terminal connection
Disable Turn off privileged commands
Disconnect Disconnect an existing network connection
Bila perintah “?” diketik setelah spasi dari suatu perintah yang telah diketik, command akan memberikan bantuan dengan memberikan daftar perintah atau parameter berikutnya yang perlu diketikkan untuk melengkapi perintah tersebut.
Router>Telnet ?
WORD IP Address or hostname of a remote system
<cr>
Bila perintah ? diketik langsung tanpa spasi setelah suatu perintah yang diketik, ia akan melengkapi perintah tersebut.
Router>tel?
Telnet
Tab key berfungsi untuk meneruskan suatu perintah yang belum lengkap diketik, Router#tel disusul penekanan tombol <Tab key> akan mengembalikan router prompt dengan perintah yang telah lengkap seperti Router#Telnet
Perintah-perintah keyboard lainnya yaitu berupa shortcut, sebagai berikut :
1) Panah atas : Menampilkan perintah sebelumnya dari history buffer
2) Tab : Melengkapi suatu perintah.
3) Ctrl+A : Memindahkan cursor ke permulaan baris.
4) Ctrl+B : Memindahkan kembali posisi kursor suatu karakter.
5) Ctrl+D : Menghapus karakter dimana kursor berada.
6) Ctrl+E : Memindahkan kursor ke akhir baris.
7) Ctrl+P : Menampilkan perintah sebelumnya dari history buffer.
8) Ctrl+U : Menghapus karakter sampai permulaan baris.
9) Ctrl+W : Menghapus data sebelumnya.
10) Ctrl+Z : Kembali ke privileged mode.
d. Tingkat-tingkat Akses
Cisco IOS mempunyai penerjemah perintah (command interepter) yang disebut EXEC. Penerjemah perintah EXEC ini menerima perintah yang diketik oleh pemakai dan mengeksekusi perintah tersebut. Untuk menjaga keamanan konfigurasi router, EXEC dibagi atas beberapa tingkat-tingkat akses berdasar kegunaannya,antara lain user mode, privileged mode dan global configuration mode.
e. Global Configuration Mode
Pada tingkat ini, hampir semua ragam konfigurasi router dapat diolah. Cara masuk ke konfigurasi global yaitu dengan mengetikkan perintah configuration terminal atau config t dari router#prompt. Router akan memasuki konfigurasi global dengan ditandai munculnya Router(config)#prompt seperti pada contoh dibawah ini:
Router#config t
Enter configuration commands, oner per line. End with CTRL+Z
Router(config)#
Perintah-perintah pada tingkatan ini pada umumnya digunakan untuk mengubah konfigurasi router secara global.
1) Banner : untuk membuat banner setelah logon ke router
Router(config)#banner motd #Do not change anything#
Dimana motd adalah singkatan Message Of The Day (pesan hari ini) yang ingin ditampilkan jika seorang pemakai mengadakan akses ke sistem router melalui console port maupun telnet.
Router(config)#no banner motd perintah ini akan menghapus banner motd.
2) Hostname : untuk memberi atau merubah nama router
Router(config)#hostname Router1, untuk menjalankan perintah dimana nama router diganti dengan nama Router1.
3) IP host : untuk memberi nama bagi IP Address dari interface suatu router 1. Jadi nama alias ini bisa digunakan untuk menggantikan IP Address suatu interface.
Router(config)#IP host LABB201yes! 10.122.1.234, perintah ini memberi nama LABB201yes! Kepada IP Address 10.122.1.234 suatu router.
4) Boot : untuk mengatur cara boot atau memilih IOS image yang akan dipakai waktu BOOT oleh suatu router. Router dapat di boot dengan IOS yang disimpan di ROM, FLASH atau TFTP dengan perintah sebagai berikut:
Router(config)#Boot system ROM untuk boot dari ROM
Router(config)#Boot system FLASH untuk boot dari FLASH. Perintah ini akan memberikan hasil yang sama dengan perintah reload
Router(config)#Boot system tftp <file name> <IP Address dari tftp> untuk boot lewat jaringan dengan tftp, dimana nama IOS file dan IP Address dari TFTP dibutuhkan.
Bila router tidak menemukan IOS atau proses boot diinterupsi, router masuk ke suatu mode yang disebut ROM monitor mode, yang ditandai dengan rommon>prompt.
Kemudian dapat memilih dari mana IOS akan dimulai seperti berikut ini:
Rommon>boot untuk boot dari ROM
Rommon>boot flash untuk boot dari flash memory
Rommon>boot <file name><IP Address TFTP> untuk boot dari jaringan lewat TFTP.
5) Config-register adalah perintah unutk menentukan dari mana router akan memulai sistem boot secara otomatis.
Router(config)#config-register 0×2142 untuk masuk ke ROM monitor mode.
Router(config)#config-register 0×0101 untuk boot dari ROM.
Router(config)#config-register 0×2102 untuk boot dari NVRAM.
6) Copy : untuk mengkopi file atau konfigurasi RAM, NVRAM dan TFTP satu dengan yang lain. Copy juga digunakan untuk membackup suatu konfigurasi satu IOS Image.
7) Username : berguna untuk membuat account dan password baru buat pemakai.
Router(config)#username <nama pemakai> password <password pemakai>
Sebagai contoh:
Router(config)#username b201new password kunci perintah ini akan membuat account baru bernama b201new dengan password kunci.
8) Password : berguna untuk membuat password untuk menjaga keamanan akses ke sistem router. Cisco IOS mempunyai 5 macam jenis password untuk akses ke sistem router.
a) Enable Secret : untuk membuat password yang dienkrIPsi untuk masuk ke privileged mode.
Router(config)#enable secret rahasia untuk membuat enable secret password bernama rahasia.
b) Enable password : untuk membuat password untuk masuk ke privileged mode jika enable secret password tidak dibuat, atau untuk Cisco IOS versi lama. Perlu diketahui pula enable secret dan enable password sebaiknya tidak mempunyai nama password yang sama.
Router(config)#enable password kunci untuk membuat enable password bernama kunci.
c) Console password: untuk membuat password untuk akses ke router lewat console.
Router(config)#line con
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci untuk membuat password bernama kunci untuk mengakses router lewat console.
d) Auxiliary password: untuk membuat password untuk akses ke router melalui lewat AUX.
Router(config)#line aux 0
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci untuk membuat password bernama kunci untuk mengakses router lewat AUX.
e) VTY password: untuk membuat password untuk akses dengan Telnet ke router.
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password kunci untuk membuat password bernama kunci untuk mengakses router lewat virtual terminal.
Packet Tracer 4.11
Software Packet Tracer 4.11 merupakan software simulasi untuk jaringan. Software ini dapat mensimulasikan koneksi suatu jaringan yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Dengan kata lain Software tersebut mampu menampilkan secara detail mengenai perjalanan data dari network yang satu ke network yang lain sesuai dengan konfigurasi yang telah diatur.
Saat mulai menggunakan Software Packet Tracer 4.11, akan terlihat menu-menu yang terdiri dari beberapa perintah atau komponen, antara lain :
a. Menu Bar : menu bar ini terdiri dari menu file, option dan help. Pada menu-menu tersebut terdapat perintah-perintah dasar seperti, open, save, print dan preferences dalam menu ini.
b. Main Tool Bar : Menu ini berisi shortcut icon menuju ke menu perintah file dan edit. Dalam menu ini juga terdapat tombol untuk zoom, warna untuk gambar, dan device template manager. Di sebelah kanan, juga terdapat tombol untuk infomasi mengenai jaringan, dimana tombol tersebut dapat digunakan untuk memperlihatkan penjelasan tentang jaringan yang sedang bekerja.
c. Common Tool Bar : Dalam menu ini terdapat peralatan yang digunakan merancang suatu jaringan seperti : Select, Move Layout, Place Note, Delete, Inspect, Add Simple PDU, dan Add Complex PDU.
d. Logical/Physical Workspace and Navigation Bar : Menu ini memungkinkan pengguna untuk mengatur arah dari suatu cluster, membuat clusters yang baru , menggerakkan objek, mengatur latar belakang dan memperlihatkan port yang digunakan.
e. Workspace : Area ini merupakan area untuk membuat simulasi jaringan yang diinginkan, mengamati simulasi-simulasi, dan memperlihatkan berbagai jenis informasi dan statistik.
f. Realtime/Simulation Bar : Dengan menggunakan pilihan ini pengguna dapat memilih antara mode realtime dan mode simulation.
g. Network Component Box : Dalam kotak ini terdapat peralatan dan media koneksi yang ingin digunakan untuk membuat suatu jaringan, dan tentunya dapat memindahkannya ke dalam area kerja/workspace.
Gambar 2.19
Packet Tracer 4.11
Sumber : Capture Packet Tracer 4.11
Untuk mode operasi Software ini memiliki dua buah mode operasi, yakni mode realtime dan mode simulation. Mode realtime adalah mode dimana network yang kita miliki berjalan sesuai dengan waktu yang sesungguhnya atau dihitung per detik. Dalam mode ini jaringan akan merespon tindakan yang kita berikan seperti pada peralatan yang sesungguhnya. Misalnya bila suatu jaringan sudah dibentuk dan dikonfigurasikan, pada saat kita berikan perintah ping atau show pada CLI (Command Line Interface), hasilnya akan segera ditampilkan dalam waktu yang sesungguhnya atau sesuai dengan kenyataan.
Lalu pada mode simulation, jaringan yang disimulasikan dapat kita hentikan sesuai dengan keinginan, apabila terdapat suatu kesalahan. Dalam mode ini kita dapat melihat perjalanan data dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, langkah demi langkah. Selain itu kecepatan simulasi yang dijalankan juga dapat diatur dalam mode ini. Misalnya pada saat menguji koneksi dengan mengirimkan sebuah PDU (Packet Data Unit) kita dapat melihat perjalanan data tersebut dari pengirim menuju penerima, sampai kembali ke pengirim. Caranya adalah dengan mengklik tombol auto capture/play.
Kemudian apabila pada saat simulasi dijalankan perjalanan data tidak sesuai dengan konfigurasi atau gagal, simulasi tersebut dapat dihentikan pada saat itu juga dengan mngklik tombol delete. Dan apabila sudah dIPerbaiki dan dijalankan kembali, simulasi dapat dipercepat dengan mengklik tombol capture/forward pada menu simulation. Untuk mengkonfigurasikan device yang digunakan dapat dilakukan dengan mengklik device itu sendiri dan memilih menu config atau dengan menggunakan Command Line Inteface.



wowwww komplit…
Mau tanya nih: Tetangga pasang internet, first media, dia pake router baru cicso katanya, saya ikut nyambung lewat tetangga sebelah dengan split aja , intinya jadi banyak yang ikut. ada informasi katanya dengan router yang baru tadi tetangga yang pasang tadi bisa melihat layar monitor kita kalau kita sedang nyalain internet, jadi dia bisa tahu kita lagi buka apaan atau lagi ngapain. bener ada nggak ya alat seperti itu..
tolong jawab cepet ya. makasih